MAKKAH — Dalam rangkaian ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M, rombongan Jamaah Haji Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Mazaya asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melakukan napak tilas sejarah dengan menziarahi kawasan Jabal Tsur. Kunjungan ke lokasi Gua Tsur yang bersejarah ini tidak hanya menjadi agenda ziarah rutin, tetapi juga momen spiritual yang mendalam bagi para jamaah untuk mengenang kembali ketangguhan dan perjuangan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Gua Tsur adalah sebuah gua yang memiliki nilai sejarah dan agama yang sangat penting, terletak di Jabal Tsur (Gunung Tsur) di Arab Saudi. Gua ini sangat terkenal dalam sejarah Islam sebagai tempat di mana Nabi Muhammad SAW dan sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berlindung selama perjalanan Hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
Berikut adalah rincian utama mengenai Gua Tsur:
Signifikansi Sejarah
Peristiwa Hijrah: Menghadapi penindasan yang hebat dan rencana pembunuhan oleh kaum kafir Quraisy di Makkah, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar pergi meninggalkan kota. Alih-alih langsung menuju utara ke Madinah, mereka justru berjalan ke arah selatan untuk mengecoh para pengejar dan bersembunyi di Gua Tsur.
Tiga Hari Berlindung: Mereka tinggal di dalam gua tersebut selama tiga hari tiga malam. Selama waktu ini, putra Abu Bakar, Abdullah, membawakan berita tentang pergerakan kaum Quraisy pada malam hari, sementara putrinya, Asma, secara diam-diam mengantarkan perbekalan makanan.
Mukjizat di Gua Tsur
Menurut sejarah dan tradisi Islam, rombongan pencari dari kaum Quraisy berhasil melacak jejak Nabi Muhammad SAW hingga ke mulut gua. Namun, mereka mengurungkan niat untuk masuk karena melihat hal-hal berikut:
Seekor laba-laba telah membuat jaring yang tebal menutupi pintu masuk gua.
Seekor burung merpati telah membuat sarang dan bertelur tepat di mulut gua tersebut.
Melihat jaring laba-laba dan sarang burung yang sama sekali tidak rusak, para pengejar menyimpulkan bahwa tidak mungkin ada orang yang baru saja masuk ke dalam gua. Mereka pun pergi mencari ke tempat lain.
Disebutkan dalam Al-Qur’an
Peristiwa di dalam gua ini disebutkan secara langsung di dalam Al-Qur’an, menyoroti perlindungan dari Allah SWT serta ketenangan yang diberikan oleh Nabi kepada Abu Bakar yang saat itu merasa khawatir:
“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: ‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.’…” — Surah At-Taubah (9:40)
Lokasi dan Geografi
Posisi: Jabal Tsur terletak sekitar 4 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram di kota Makkah.
Kondisi Gunung: Gunung ini cukup curam dan berbatu, sehingga pendakiannya membutuhkan kondisi fisik yang prima. Gua itu sendiri berukuran relatif kecil, dengan pintu masuk yang sangat sempit sehingga seseorang harus merangkak atau membungkuk untuk bisa masuk ke dalamnya.
Saat ini, meskipun mengunjungi gua ini bukanlah bagian dari rukun atau syarat wajib ibadah Haji maupun Umrah, banyak jemaah Muslim yang menyempatkan diri untuk mendaki Jabal Tsur guna melihat langsung gua tersebut dan merenungkan nilai sejarah perjuangan di baliknya.