✅ ISK Dirjend PHU No.481 tahun 2024
📞 082-136-794-666 📍 Bandungsari, Grobogan

Khidmat di Bawah Langit Makkah: Rombongan Jemaah Haji 2026 Asal Grobogan Mantapkan Niat di Miqat Ji’ranah

miqot ji'ronah

MAKKAH — Perjalanan spiritual menuju Baitullah terasa semakin bermakna bagi rombongan jemaah Haji asal Grobogan, Jawa Tengah. Tepat di bawah terik mentari dan langit cerah kota Makkah, para jemaah dengan penuh kekhusyukan melaksanakan rangkaian awal ibadah umrah, yakni mengambil miqat di Masjid Ji’ranah, sebuah lokasi yang sarat akan nilai sejarah perjuangan Islam.

Momen kebersamaan tersebut terekam dalam suasana yang penuh kegembiraan sekaligus kesyahduan. Kekompakan rombongan tampak sangat menonjol di area pelataran masjid. Barisan jemaah pria telah siap dengan balutan dua helai kain ihram putih bersih, perlambang pelepasan atribut duniawi dan kesetaraan derajat di hadapan Sang Pencipta. Sementara itu, jemaah wanita tampil bersahaja dengan pakaian ihram yang disempurnakan oleh syal penanda rombongan bernuansa merah muda, hijau, dan hitam.

Senyum semringah dan lambaian tangan rasa syukur mewarnai pelataran parkir Masjid Ji’ranah. Momen kebersamaan ini diabadikan dengan latar belakang arsitektur masjid berkubah putih serta perbukitan batu gersang khas Jazirah Arab yang berdiri kokoh.

Pemilihan Ji’ranah sebagai titik awal ihram memberikan pengalaman batin tersendiri. Terletak sekitar 24 kilometer dari pusat kota Makkah, kawasan ini merupakan saksi bisu peristiwa pasca-Perang Hunain. Di lembah inilah, pada tahun 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW pernah menetap selama belasan hari untuk membagikan ghanimah (harta rampasan perang) sebelum akhirnya mengenakan kain ihram dan mengucapkan niat umrah. Napak tilas jejak Sang Rasul ini memberikan nilai sunnah dan keutamaan spiritual yang mendalam bagi siapa saja yang melaluinya.

Didukung oleh fasilitas yang dikelola dengan baik—mulai dari area pelataran parkir armada bus yang luas, ketersediaan air bersih, hingga area ganti dan tempat wudu yang memadai—proses persiapan ihram rombongan berjalan lancar dan teratur.

Setelah membersihkan diri, mengenakan pakaian ihram dengan sempurna, dan mendirikan salat sunah ihram di dalam masjid, rombongan kembali berkumpul untuk menaiki armada bus. Begitu roda kendaraan perlahan bergerak meninggalkan pelataran Ji’ranah membelah jalanan menuju Masjidil Haram, ikrar “Labbaikallahumma ‘umratan” diucapkan secara serentak. Kumandang talbiyah pun mulai bergema syahdu, menandai kesiapan paripurna mereka sebagai Tamu-tamu Allah (Duyufurrahman) untuk menyempurnakan rukun tawaf dan sai.